Berawal dari secangkir kopi hangat di Candatawa.
Sore itu dimulai seperti biasa. Masuk ke Candatawa, pesan kopi hangat, cari tempat duduk yang enak buat leha-leha. Nggak ada target, nggak ada agenda. Cuma pengin istirahat sebentar dari ramainya hari.
Sore itu dimulai seperti biasa. Masuk ke Candatawa, pesan kopi hangat, cari tempat duduk yang enak buat leha-leha. Nggak ada target, nggak ada agenda. Cuma pengin istirahat sebentar dari ramainya hari.
Pelan-pelan, meja mulai ramai. Ada yang datang, nimbrung, lalu cerita berganti cerita. Dari hal receh sampai obrolan yang tiba-tiba dalam. Kopi tinggal setengah, tapi obrolan makin panjang.
Di sela tawa dan jeda ngobrol, muncul ide iseng buat nulis sesuatu. Awalnya cuma satu kalimat, lalu ditambah lagi. Bukan karena pengin serius, tapi karena suasananya mendukung.
Akhirnya, tulisan itu pindah ke dinding. Jadi pengingat sore itu—bahwa dari ngopi santai, bisa lahir cerita. Di sini, kopi bukan cuma diminum. Kadang, ia jadi alasan buat berhenti sejenak, berbagi, dan ninggalin jejak kecil sebelum pulang.



